LINKS



PENCARIAN DATA

ONLINE ADMIN

Ketua Umum

Sekretaris Umum

Bendahara Umum

Admin


A D M I N

PENGUNJUNG

096261
Hari iniHari ini23
Minggu IniMinggu Ini114
Bulan IniBulan Ini736

BATU RENGGANG

(SEBUAH DONGENG PENDIDIKAN KEPADA ANAK )

DIKISAHKAN IBU SEBELUM ANAK TIDUR

Dikisahkan kembali oleh :

Nd. Erni br Ginting ( Dep.Pelayanan BPP Moria GBKP )

Nande Bintang tinggal disebuah desa terpencil hidup dengan suami Bapa Bintang dengan 2 orang anak satu laki – laki namanya Bintang umur 10 tahun dan satu lagi namanya Bulan perempuan umur 1 tahun. Kehidupan ekonomi keluarga yang sangat sulit , karena hidup hanya mengharapkan hasil ladang yang sedikit yaitu timun, jagung dan sedikit sayur2-an yang ditanam disekitar tempat tinggal mereka. Anak yang bernama Bintang yang paling besar sangat bandel , sering pergi ke sungai mandi – mandi dengan teman – teman tidak mau menjaga adiknya, tidak mau membantu orangtua misalnya mencuci piring atau membantu diladang, menyabung ayam,mencuri buku temannya disekolah, berkelahi dll.

Bintang sering melawan kedua orangtuanya , memaksakan agar dapat memberikan uang jajan untuk dibelikan makanan atau apasaja kesukaannya padahal orangtuanya sulit sekali tidak mampu untuk membeli beras saja sulit, apalagi untuk membelikan keperluan sekolah Bintang dan membelikan baju ataupun sepatu buat Bintang.

Bapak Bintang setiap hari pergi mengambil air enau ( nira ) ke hutan, kalau ada dapat air nira tersebut dijual untuk menambah biaya hidup keluarga ini. Bintang sering dinasehati orangtuanya agar bisa berubah, mau membantu orang tua, tidak hanya main – main saja dan mau menjaga adeknya dirumah apabila orangtua pergi keladang, tapi tidak mau mendengarkan.

Suatu hari Nande Bintang mengajak Bintang pergi ke Pancuran mengambil air , Bintang, ayo kita pergi ke pancuran karena air untuk keperluan dapur kita sudah habis. Bintangpun dengan agak malas menuruti kata ibunya, Bintang gak tau bahwa tempat air yang terbuat dari bambu ( bhs. Karo Kuran ) sudah bocor. Sesampainya di Pancuran yang terletak dikaki bukit yang terjal, Bintangpun mulai mengisi air kedalam tempat air , sementara ibunya mengatakan, Bintang aku pergi sebentar ke hutan , ada yang mau kuambil isi saja ya, sambil terus dibilang demko, demko ( artinya penuh, penuh, penuh ) tetapi bambu tersebut tetap tidak penuh, lalu Bintang berteriak , nande, nande, ( mak, mak ) gak mau penuh, lalu dijawab sama ibunya , terus saja bilang demko, demko, dengan suara ibunya yang sudah mulai jauh sayub, sayub. Bintang sudah mulai cemas, karena hari sudah mulai gelap, dan suara, suara burung mulai aneh, aneh dia dengar juga suara jangkerik , bersahut sahutan dengan suara kodok dari seberang sungai.

Maka diapun mulai menangis, memanggil kembali ibunya nande, nande, aku takut, sudah gelap, bambu tempat air belum juga penuh, suara ibunya sudah hampir gak terdengar lagi, Bintang pun memberanikan diri mencari ibunya kedalam hutan sambil memanggil terus ibunya dan memanggil manggil, hari sudah gelap , didalam hutan sangat gelap hujanpun sudah turun, petir dan kilat menggelegar, menambah takutnya.sekilas kilat menyambar, Bintang melihat ada rambut mirip rambut ibunya sangkut di dekat bambu, lalu dia dengar suara, gang….rak…..gang…..rak….gak…..rak…..suara tambah kuat dan menyeramkan, kemudian suara itu berkata : apa yang kamu cari ……sambil membentak, Bintang berkata lirih , aku mencari ibuku, adikku masih kecil dirumah, pasti sudah menangis karena mau minum dan lapar, Lalu suara itu menjawab keras ,ibumu sudah kumakan, karena aku adalah penguasa hutan ini namaku Batu Renggang, siapa yang jahat anaknya maka ibunya kumakan sebagai santapanku , dan kaupun kalau tidak berubah akan kumakan juga. Mahluk itu sangat menyeramkan giginya tajam, besar, matanya melotot , badannya berbulu seperti singa kalau berjalan tanah bisa bergoyang , dan kalau membuka mulut suaranya kedengaran gang…..rak…gang…rak.

Bintangpun mohon ampun dan berjanji tidak nakal lagi, asalkan ibunya selamat dan dia juga selamat. Maka Batu Renggang pun berkata : kau tidak ku makan , tetapi ibumu tidak dapat kembali lagi, karena dia sudah didalam perutku. Pulanglah dan bantulah bapakmu dan jaga adikmu yang masih kecil itu. Mau kah kau ?

Ya, ampuni aku nini ( nenek ) mulai sekarang aku akan menjadi anak yang baik , rajin belajar, dan menjaga adekku dengan baik , aku akan membantu bapakku .. Maka kata Batu Renggang ya… janji …tetapi bila kamu tidak menepati janjimu maka aku akan memakan bapak dan adekmun juga, tapi kalau kau baik maka akan kuberikan rejeki bagi keluargamu.

Semenjak itu Bintangpun berubah menjadi anak yang baik, dia jaga si Bulan adeknya sambil dia memasak dan mencuci piring, dia juga membantu keladang , semenjak itu keluarga ini makin tambah sejahtera, dan kembali hidup aman sentosa.

Saat ini kebanyakan ibu atau nande sudah jarang membuat dongeng kepada anak sebelum anaknya tidur  karena sangat sibuk dengan segala urusan pekerjaan atau menganggap itu tidaklah begitu perlu.Cerita dongeng tujuannya adalah agar anak dapat menjadi anak yang baik ,jangan hanya PR sekolah saja yang selalu disuruh buat agar anak menjadi juara kelas atau sukses. Dengan adanya tulisan ini diharapkan dongeng ini dapat diceritakan kepada anak – anak kita khususnya kaum ibu , agar sesibuk apapun kita marilah kita sempatkan untuk mengarahkan dan mendidik anak kita se bagai generasi penerus kita kelak.

 

Kamis, 24 Agu 2017  08:27:06

KALENDAR

August 2017
M T W T F S S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

AGENDA

14-16 Juni 2017 :

MPL Moria 2017

17 Juni 2017 :

Konser Moria GBKP di Batam 

 MOMO